Tampilkan postingan dengan label Spanyol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spanyol. Tampilkan semua postingan

Kiper Terbaik EPL Sejauh Ini Adalah Ederson, Bukan De Gea

Desember 22, 2017 6 Comments
Kedua kiper saling membuktikan siapa yang menjadi kiper terbaik di dunia


Kiper Terbaik EPL Sejauh Ini Adalah Ederson, Bukan De Gea - Eks penyerang Arsenal, Charlie Nicholas memilih Ederson Moraes sebagai kiper terbaik di Premier League sejauh kompetisi musim 2017-18 ini berjalan ketimbang David de Gea. De Gea sudah membela Manchester United sejak tahun 2011 silam, dari tahun ke tahun kiper asal Spanyol itu mampu membuktikan mengapa sir Alex Ferguson dahulu memboyongnya dari Atletico Madrid. 

Kiper berusia 26 tahun itu memiliki kemampuan dalam mengawal gawangnya dengan luar biasa, ia mampu menggagalkan tendangan maupun tandukan lawan dengan segala cara, entah itu dengan tendangan kaki atau anggota badan lainnya. Banyak penyerang tim lawan yang sudah dibuat frustasi oleh De Gea contoh terbarunya adalah saat ia membawa MU mengalahkan Arsenal belum lama ini di Emirates stadium dimana ia membuat sekitar 14 penyelamatan yang sangat baik. Sementara itu, Ederson baru musim ini pindah ke Inggris ia dibeli oleh Manchester City dari Benfica dengan bandrol mencapai 40 juta euro. 

Kiper asal Brazil tersebut langsung ikut membantu City merajai Premier League, The Citizen dibantunua meraih 17 kemenangan dan sekali imbang dalam 18 laga di liga, dan hanya kemasukkan 12 kali. Performanya itu langsung membuat Charlie terkesan oleh karena itulah ia lebih memilih pemain 24 tahun itu ketimbang De Gea. Saya akan memilih Ederson, De Gea adalah kiper terbaik di dunia dan saya senang orang menantang saya, tapi alasan syaa untuk lebih memilih Ederson adalah karena seberapa cepat ia menyesuaikan diri dengan tantangan tersebut. 

 
De Gea adalah kiper terbaik di dunia dan saya senang ada orang yang menantang saya


Wajahnya tersayat dan ia kembali bermain tanpa rasa khawatir lagi, distribusi bolanya sangat fenomenal dan apa yang ia tambahkan ke Manchester City juga patut dihargai. Kyle Walker percaya bahwa rekannya di Manchester City memiliki potensi untuk menjadi penjaga gawang terbaik dunia, Ederson sanggup bersaing dengan David de Gea untuk menjadi kiper nomor sajtu sejagat, pemain Brasil datang ke Inggris di musim panas usai dibeli dengan harga mahal dari Benfica. 

Josep Guardiola menginginkan kiper yang punya kemampuan distribusi bola bagus, dan ia tak ragu menebus Ederson seharga 35 juta pounds. Ederson langsung tampil bagus di City dan sempat membuat dua penyelamatan emas kala timnya menang dengan skor akhir 2-1 atas Manchester United di Old Trafford pekan lalu. Saya sudah bermain bersama beberapa kiper bagus Hugo Lioris adalah penjaga gawang yang berkelas, De Gea anda bisa lihat di juga merupakan penjaga gawang kelas dunia. 

Namun Ede, dia masih begitu muda dan dia punya potensi besar dan bagaimana pun ia ingin terus belajar disetiap harinya, saya kira dia bisa menjadi pemain top. Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, adalah pelatih yang suka memainkan gaya permainan penguasaan bola yang tinggi. Oleh sebab itu, ia pun menuntut seorang penjaga gawang dalam timnya bisa memberikan umpan pada rekannya, selain menjaga gawangnya tentunya ketika pertama kali menangani Manchester City.

 
Ederson Moraes berhasil menggagalkan penalti Dries Mertens


Mantan pelatih Barcelona tersebut mendatangkan Claudio Bravo namun penjaga gawang asal Chile tersebut gagal memenuhi ekspektasi Guardiola. Ketika bermain di Barca, Bravo terbilang bermain bagus. Ia bisa menjaga gawang dengan baik dan juga bisa memberikan kontribusi dengan umpan-umpan matang. Namun hal itu tak terjadi di City sehingga Guardiola pun menyingkirkannya dari tim utama. Pada bursa transfer musim panas lalu, Guardiola kembali membeli penjaga gawang. City membeli Ederson dari Benfica sebagai penjaga gawang termahal dunia. Performa Ederson terbilang sangat bagus sejauh ini bersama Man City.

Sistem yang sudah berjalan membuat Manchester City kini menduduki peringkat pertama klasemen sementara Premier League. Klub-klub besar penantang gelar juara Premier League musim ini sudah City taklukkan. Yang terakhir, The Citizens mampu mengalahkan Tottenham dengan skor 4-1. Dalam pertandingan tersebut, Ederson secara individu tercatat memberikan 34 umpan untuk rekannya dengan akurasi 76 persen. Ia sering memberikan umpan pendek maupun panjang kepada rekannya dengan akurasi yang cukup bagus. Memang inilah yang diharapkan Guardiola.

Ambisi Ederson di Manchester City rupanya tak bisa dipuaskan hanya dengan sekedar mencatat clean sheet, usai pemain Brasil menyatakan ingin bermain di posisi selain penjaga gawang. Salah satu kemampuannya yang paling menonjol adalah membagi bola di lini belakang, namun Ederson mengatakan ia ingin menjajal posisi lain di masa mendatang, jika memang ada kesempatan. "Di awal karir dulu, saya adalah seorang bek kiri dan saya memang punya kualitas khusus dengan kaki saya, jadi saya pikir itu banyak membantu, terutama mengingat cara kami bermain di City.


Mengolah bola di lini belakang tanggung jawabnya besar, tidak boleh ada kesalahan, saya harus fokus."Semuanya soal kerja keras dan konsentrasi. Tim kami memainkan sepakbola yang hebat, namun kami semua tahu tugas dan peran masing-masing. Kami menerapkan semua yang sudah kami latih sebelumnya."
"Saya percaya kami bisa terus menang jika terus konsisten. Namun jika ada situasi di mana saya nanti bisa dimainkan di posisi selain kiper, saya pasti akan mencobanya!

Presiden FIFA, Piala Dunia Tanpa Italia Adalah Sebuah Tragedi

Desember 20, 2017 1 Comment
Gianni Infantino sangat tidak memungkiri bahwa Italia tak lolos ke Piala Dunia
 
Presiden FIFA, Piala Dunia Tanpa Italia Adalah Sebuah Tragedi - Presiden FIFA, Gianni Infantino yang mengatakan bahwa Italia adalah bagian penting dari sepakbola dunia. Kini peran Italia sangatlah penting bahkan ia menyebut jika Piala Dunia tanpa Italia adalah sebuah tragedi yang tidak mungkin terjadi. 

Seperti yang telah diketahui Italia tidak akan bermain pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Italia gagal lolos lantaran hanya berada di posisi kedua babak penyisihan grup zona Eropa yang dimana kalah bersaing dengan Spanyol. Italia yang memiliki peluang untuk lolos dari jalur play off, tapi Gli Azurri tersingkir oleh perlawanan sengit dari Swedia jadilah Piala Dunia 2018 tanpa Gianluigi Buffon dan kolega. Sebelum saya menjadi direktur UEFA saya adalah seorang fans Italia dan saya harus mengakui bahwa sebuah Piala Dunia tanpa Italia adalah tragedi,''katanya. 

Infantino memang berasal dari Swiss, tapi pria berusia 47 tahun tersebut memiliki darah Italia dari orang tuanya. Menurut Infantino, Italia sebenarnya punya potensi yang bagus untuk menjadi poros kekuatan sepakbola dunia. Tapi, hal tersebut tidak akan bisa diwujudkan dengan mudah. Butuh usaha keras untuk bisa membawa sepakbola Italia lebih maju lagi di masa depan. "Dibutuhkan keinginan untuk bekerja dengan baik agar bisa membawa Italia kembali ke tempat yang seharusnya, di pucuk persepakbolaan dunia," tandas Infantino.

 
Pertama sejak 59 tahun Italia tak lolos ke Piala Dunia


Italia sendiri bukan satu-satunya negara besar yang gagal bermain di Piala Dunia 2018. Selain Italia, ada juga Belanda, Chile dan Amerika Serikat yang tidak akan bermain di Rusia. Baru-baru ini Spanyol juga terancam didepak dari Piala Dunia karena kisruh di ferderasi sepakbolanya. Selain pemimpin, saya adalah pecinta sepakbola dan karena itu harus diakui Piala Dunia tanpa Italia adalah bencana kata Infantino. Tak hanya itu Infantino menyebut Italia harus berbenah agar Gli Azzurri kembali disegani pentas sepakbola dunia secara peringkat saat ini mereka terdampar di posisi 14 lebih buruk dari negara-negara seperti Polandia, Swiss, Peru, Denmark, dan Kolombia. 

Buruknya peringkat FIFA membuat Italia dalam posisi tidak diunggulkan pada undian kualifikasi Piala Dunia 2018. Mereka pun disandingkan dengan Spanyol di Grup G. Gli Azzurri mengakhiri kualifikasi dengan perolehan 23 angka, tertinggal lima nilai di belakang Spanyol. Melaju ke play-off Italia sebenarnya dalam posisi lebih baik karena masuk pot unggulan Swedia mereka tumbang 0-1 pada laga pertama di markas lawan dituntut membalikkan keadaan Gli Azzurri gagal merobek gawang Swedia di partai kedua dan harus puas bermain.

Rekor Ternoda, Italia pun gagal lolos Piala Dunia untuk pertama kali sejak 1958, catatan ini menjadi noda bagi negara yang menjadi juara empat kali. Giampiero Ventura sangat disoroti menyusul kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2018. Tapi pelatih Gli Azzurri itu mendapatkan sedikit pembelaan. Italia takkan ikut serta di Piala Dunia 2018 di Rusia mendatang setelah disingkirkan Swedia. Mereka kalah agregat 0-1 dalam laga dua leg di babak play-off. Ini adalah pertama kalinya Italia tak lolos ke putaran final Piala Dunia sejak kali terakhir di 1958. Menariknya baik di 1958 dan kali ini, ada kaitannya dengan Swedia. Swedia merupakan tuan rumah Piala Dunia 1958.


Menyusul hasil ini, Ventura jadi sosok paling disoroti. Pilihan taktiknya dinilai gagal memaksimalkan potensi Italia. Dengan pola 4-2-4 yang jadi kegemarannya, Italia mudah terekspos khususnya melawan tim-tim besar. Sementara saat kembali ke pola 3-5-2, Italia tak lebih baik. Permainan mereka monoton karena terus mengandalkan serangan dari sayap dan umpan silang. Meski demikian, Ventura mendapatkan pembelaan dari pelatih legendaris Italia Arrigo Sacchi. Sacchi menyebut hasil ini merupakan konsekuensi dari kesalahan kolektif.


Tak lolos ke Piala Dunia 2018, Italia pun menanggung hal ini


Kekalahan ini bukanlah sebuah hasil yang kebetulan, lihat saja dua Piala Dunia yang seperti bencana. Tim yang benar lahir dari begitu banyak hal, bukannya satu pemain membuat perbedaan," ujar Sacchi, menyinggung hasil di Piala Dunia 2014 di mana Italia gugur di fase grup. Problem kami itu kultural, sepakbola adalah olahraga tim bukannya personal. Siulan-siulan (saat lagu nasional Swedia dikumandangkan) itu lahir dari hasilnya, Ventura pun sebelumnya punya karier yang bermartabat. 


Dalam hal ini kita mencari kambing hitam, kita menggampangkan kesadaran kolektif dengan cara ini, tapi seorang individu tak bisa mengatasi masalah-masalahnya," imbuhnya kepada Sportmediaset seperti dikutip Football Italia. Gagalnya Ventura meloloskan Italia memunculkan desakan kuat agar eks pelatih Torino itu mundur. Carlo Ancelotti disebut-sebut pas jadi pengganti. Tapi sekali lagi, Sacchi menyebut menunjuk Ancelotti saja tak cukup untuk mengangkat prestasi Italia. Ancelotti bagus, tapi kita perlu melakukan begitu banyak hal dengan cara berbeda dibandingkan yang sekarang. Mulai dari hal-hal dasar," tandasnya. 


Sebagai pria yang juga memegang kewarganegaraan Italia, wajar jika Infantino merasa terpukul melihat negaranya tidak ambil bagian di Rusia tahun depan. Padahal, Gli Azurri merupakan salah satu kontestan tersukses dengan empat gelar sejak pertama kali digelar pada 1930. Sebelum ada di posisi sekarang, aku juga seorang penggemar sepak bola. Jelas ketidakhadiran Italia di Piala Dunia merupakan sebuah tragedi. Perlu kerja keras untuk mengembalikan mereka ke tempat semula.

Tim yang saat itu ditangani oleh Gian Piero Ventura dipastikan gagal melaju ke putaran final tahun depan setelah kalah di play-off dari Swedia. Ini merupakan kegagalan pertama mereka dalam 59 tahun. Terakhir kali mereka mengalami hal serupa adalah saat berlangsung pada 1958 di Swedia. Italia bukan satu-satunya negara unggulan yang gagal ambil bagian di pesat sepak bola terbesar sejagat tersebut. Finalis tiga kali yakni Belanda, juga lebih dulu terhenti langkahnya di grup setelah gagal mengumpulkan poin lebih banyak dari Perancis dan Swedia.